Nama : Khanif Awlya'U Rhohmah
Nim : B53219068
Kelas : B3
Mata kuliah : Ilmu Dakwah

60 Menit Terapi Sholat Bahagia Bersama Prof. Dr. Moh Ali Aziz, M.Ag

Bismillahirrahmanirrahim...................
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pertama marilah kita panjatkan syukur kepada Allah Swt yang mana telah memberi kita rahmat serta hidayahnya dan tak lupa pula saya ucapkan terimakasih kepada pembaca blog ini dan kunjungan anda ke akun blog ini

Sholawat serta salam tak lupa pula saya ucapkan kepada Nabi kita Muhammad Saw yang telah membawa kita dari zaman yang gelap menuju zaman yang terang bendarang seperti saat ini.

Izinkan saya untuk berbagi sedikit pengalaman yang saya dapatkan ketika saya mengikuti Pendalaman Terapi Sholat Bahagia (PTSB).

Penulis dari 60 menit terapi sholat bahagia bernama Prof. Dr. Moh. Ali aziz, M. Ag. Pria ini asal Lamongan, Jawa Timur. Putra ketiga dari pasangan H. Abdul Aziz dan Hj. Nafisah ini memulai pendidikannya di MI dan SDN di sekolah soko kecamatan Glagah kabupaten Lamongan. Ia melanjutkan studinya ke Pondok Pesantren ihyaul'ulum Gresik (1975), lalu ia melanjutkan studinya ke IAIN Sunan Ampel Surabaya dan tercatat sebagai sarjana termuda dan tercepat (1982). Wahhhh siapa yang tidak mengenal beliau. Beliau adalah salah satu guru besar yang ada di UIN Sunan Ampel Surabaya, dan masih banyak lagi prestasi-prestasi yang telah beliau raih.

Suplemen itu juga baru ditulis setelah lebih dari dua puluh kali PTSB (Pendalaman Terapi Sholat Bahagia) dilaksanakan, baik di dalam maupun diluar negeri.

Solat bahagia? Sholat mengantar manusia untuk kebahagiaan. Pasti, hayya'alas sholah (ayo sholat) selamat hayya alal falah (ayo bahagia). Terapi 60 menit? Anda disetujui hafal kurang dari 60 menit kunci shalat bahagia: SUBHAN TURUT HADIR DI MASJID untuk AKSI SOSIAL. Kunci ini memberikan 13 pokok renungan yang disarikan dari semua doa shalat dari Nabi SAW. Semua itu direnungkan hanya dalam hati (tidak diucapkan) setelah membaca doa-doa resmi pada saad berdiri, rukuk, i'tidal, sujud dan seterusnya. Misalnya, kata kunci AKSI (Ampunan, kasih, sejahtera, dan iman) direnungkan kompilasi duduk antara dua sujud setelah membaca doa yang mencat.





Sebelum kita terapi sholat bahagia kita harus membaca dan mendalami buku TSB, setelah itu kita lanjutkan dengan terapi sholat bahagia. Terapi sholat bahagia ini sangat penting karena PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar kita memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan membahagiakan orang lain. Beliau sangat teliti ketika membimbing kami dalam acara tersebut. Melihat dari testimoni yang beliau perlihatkan disana mereka telah berhasil merubah mindset untuk ikhlas dan ridho atas keputusan Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengikuti PTSB. Bukan founder dan bukunya yang hebat, tapi semata-mata penghayatan sholatnya yang luar biasa. Tujuan utama sholat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah, dan qona'ah), sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat kita butuhkan.

Beliau juga meminta kita untuk menyiapkan Daftar Anugrah (DA), yaitu apa saja nikmat besar Allah yang telah kita terima, agar pernyataan syukur kita terfokus selama sholat. Kita juga perlu mencatat apa saja masalah hidup dan apa saja harapan kita. Dengan bantuan daftar masalah dan harapan (DMH) yang telah disiapkan itu, kita bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Kita juga harus menggunakan kata dan kalimat terbaik saat menulis doa sebelum sholat karena kita meminta kepada Allah Swt.

Kita juga harus menghafalkan dan menghayati isi kalimat kunci untuk semua gerakan sholat: SUBHAN TURUT HADIR DI MASJID untuk AKSI SOSIAL dan lakukan renungan. Kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman) dilakukan ketika Berdiri setelah takbir kita membaca iftitah setelah itu Al-Fatihah lalu kita lakukan SUBHAN tadi degan bacaan berikut tetapi Renungan ini tiucapkan di dalam hati tidak boleh di ucapkan.
Syukur : "wahai Allah aku bersyukur atas semua nikmatmu"
Bimbingan : "Bimbinglah aku dan keluarga agar tetap di jalan yang benar"
Ketahanan iman : "Berilah aku ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murkamu"
Lalu ditambahkan (jika ingin lebih detail):
Aku berterima kasih atas semua nikmatmu yaitu... (sebutkan DA yang tadi telah kita catat) ampunilah aku, karena sering mengeuh dan kurang berterima kasih kepadamu.
Wahai Allah, setiap saat, aku, istri/suami dan anak-anakku menghadapi godaan dosa, terutama godaan harta dan nafsu terhadap pria atau wanita yang Engkau haramkan. Berikan kami ketahanan iman agar ketampanan, kecantikan, kekayaan, dan fasilitas kekuasaan tidak menjerumuskan kami ke dalam dosa.

setelah itu TURUT (Tunduk dan Menurut), turut dilakukan ketika Rukuk setelah bacaan sholat dilanjut renungan berikut:
Tunduk : "Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendakmu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepadamu".
Menurut : "Aku menurut kepada semua perintahmu. Ampunilah dosa-dosaku".
Lalu ditambahkan (jika ingin lebih detail)
Wahai Allah, aku mempunyai masalah yaitu...(sebutkan DMH yang telah kita tulis sebelumnya)
Wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengluh atas masalah tersebut. Jika pernah mengeluh, itu karena kebodohanku. Ampunilah aku.
Wahai Allah, aku yakin (3x) Engkau pasti (3x) maha kuasa menolong aku. Engau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membiarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapanku itu.
Wahai Allah, aku pasrah (3x); aku pasrahka masalah tersebut kepadamu. Terserah Engkau, sebab Engkau pasti (3x) memberi yang terbaik untukku. Aku ikhlas apapun keputusanmu.

Lalu ditambahkan Daftar Masalah dan Marapan (DMH) yang telah kita catat sebelum sholat tadi. Setelah itu HADIR (Hak Pujian dan Takdir), hadir di lakukan ketika I'tidal setelah bacaan sholat dilajut renungan berikut:
Hak Pujian : "Hanya engkau yang berhak dipuji. Amunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia"
Takdir Allah : "Semua hal terjadi atas takdirmu. Aku ridho dan ikhlas menerimanya"
Lalu ditambahkan (jika ingin lebih detail):
1. Wahai Allah, hapuskan dihatiku dari mengharap penghormatan, pujian dan terima kasih orang. Sebaliknya, jadikan aku selalu menghormati, menghargai dan berterima kasih kepada orang. Kuatkan kesabaranku menghadapi cacian dan kezaliman orang.
2. Aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas semua takdirmu. Rencanamu pasti (3x) lebih baik dari rencana hidupku. Tekdirmu pasti (3x) yang terbaik untukku.
Setelah itu MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga) dilakukan ketika Sujud setelah bacaan sholat dilanjut renungan berikut:
Maaf : "Maafkan dosa-dosaku, bapak-ibu dan keluargaku".
Sinar : "Sinarilah hati, lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang engkau diridhoi".
Jiwa dan Raga : "Jiwa dan ragaku dakam kekuasaanmu. Aku serahka hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepadamu".

Lalu ditambahkan (jika ingin detail);
Wahai Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku, istri/suami, dan anak-anakku, lebih-lebih mereka yang telah meninggal dunia. Jauhkan mereka dari siksa kubur dan neraka. Jadikan kuburan sebagai taman surga yang menyenangkan mereka. Jika dalam pandanganmu ada kebaikan pada diriku, jadikan kebaikan itu bagian dari pahala yang teralirkan untuk ibu-bapakku, guru-guruku, keluargaku, dan semua orang yang berjasa mengantarkan aku sampai aku menjadi orang seperti saat ini.
Berikan cahayamu untukku, istri/suami dan anak-anakku, agar hatiku bersih dari iri dan dengki. Jadikan semua perkataan kami benar dan menyemangati semua orang serta telinga kami peka terhadap Al-Qur'an dan Adzan.
Lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk dan kaitkan DMH


Setelah itu AKSI (Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman). Aksi dilakukan ketika duduk antara dua sujud setelah bacaan sholat dilanjutkan renungan berikut:
"wahai Allah berilah aku Ampunan, kasih, sejahtera, dan iman"
Lalu ditambahkan (jika ingin lebih detail):
Wahai Allah, ampunilah dosa-dosaku.
Kasihanilah aku. Cintailah aku. Jadikan hidupku penuh kasih bersama keluarga dan semua manusia. Kasihanilah aku yang telah berusaha keras untuk membahagiakan keluargaku. Kepada siapa lagi aku memohon belas kasih jika bukan kepadamu.
Berikanlah aku rizki yang melimpah untuk keluarga, syiar agama, dan menolong fakir miskin. Jadikan aku lebih senang memberi daripada diberi. Berilah aku kesehatan dan kesembuhan dari semua penyakit.
Kuatkanlah imanku, agar semakin dekat denganmu, sabar dan tegar menghadapi apapun cobaan darimu.

Setelah itu SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakal). Sosial dilakukan ketika Tasyahud setelah bacaan sholat dilanjutkan renungan berikut:
Sholawat : "Sholawat dan salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya".
Persaksian : "Aku bersaksi, tiada tuhan selain Engkau dan Muhammad adalah utusanmu. Jadikan syahadat pegangan dan penutup hidupku".
Tawakal : "Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepadamu".
lalu tambahkan
Jadikan aku, istri/suami dan anak-anakku berakhlak seperti nabimu. Mudahkan aku dan keluarga beribadah di Mekah dan Madinah, serta berdoa di dekat makam Nabimu. Aku berharap di hari kiamat kelak, mendapat syafaat Nabimu. Di surga, Engkau pertemukan kami sekeluarga dengan Nabimu.
Jadikan syahadat penambah percahayaan diriku penghilang kecemasanku, penyemangat kerjaku, dan penguat optimisku. Jadikan ia la ilaha ilallah kata terakhirku ketika malaikat izrail mencabut nyawaku.
Lanjutkan doa seperti pada posisi rukuk dan kaitkan dengan DMH
Wahai Allah, sekarang aku lebih bahagia. Aku akan menloleh ke kanan dan kiri. Berikan kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan ssemua orang di sebelah kanan dan kiriku, assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Itulah praktek yang disampaikan beliau ketika Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB). Kita harus melakukannya dengan ikhlas dan tulus. Semua ini untuk membantu mereka yang kesulitan memecahkan doa-doa shalat. Beliau berharap praktek ini kita bisa bershalat lebih khusyuk, dan membebaskan kita dan semua manusia dari penderitaan dan kesedihan shalatlah dan senyumlah. Shalatlah dan berfikir positiflah terhadap masalah.
Sebagai manusia kita juga harus saling memaafkan. Allah saja maha memaafkan kenapa kita tidak?.




Alhamduliilah cukup sekian pengalaman yang bisa saya tulis kurangnya mohon di maafkan karna lebihnya hanya ada pada Allah semata.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini